5 DAYS MENGEJAR CINTA MAHESA - KESYA ECHA WULANDARI
Letteaaa – Echaaa
5 DAYS
MENGEJAR
CINTA MAHESA
Seperti malam - malam biasanya Alun - Alun kota Bandung selalu ramai pengunjung, salah satunya ada Zaza Asyelina pengunjung langganan Alun – Alun Bandung. Ia selalu menympatkan waktu untuk berkunjung ke Alun – Alun Bandung, baginya Alun – Alun Bnadung itu sudah menjadi tempat healingnya. Namun, kali ini ia kesana tidak hanya seorang diri ia berkunjung disana bersama sahabatnya Bianca Novvera.
“Za, lo tau kan maksud gue ajak lo kesini?” Tanya Bianca sambil merangkul pundak sahabatnya itu.
Zaza mengangguk mengerti dengan perkataan sahabatnya itu. “Iya gue tau, udah sana mata lo kan jeli pasti lirik dikit langsung nemu tu cogan”
Bianca terkekeh bangga mendengar ucapannya yang keluar dari mulut Zaza. “Ihh, jadi malu deh gue, ternyata gue punya bakat”.
Zaza hanya menggelengkan kepalanya, tak habis fikir melihat tingkah sahabatnya itu.
“Za, liat tuh ada cogan, samperin sana, keliatannya cocok sama lo” Ucap Bianca sembari menepuk – nepuk punggung Zaza.
Zaza hanya pasrah dengan tingkah Bianca.
“Gua tantang lo, kalo lo bisa dapetin tuh cowo dalam lima hari, gue akui lo keren” Ucapnya seraya merangkul pundak Zaza. “Gue tau lo naksir kan sama tu cowo?” Tebak Bianca yang hanya dibalas dengan gelengan menolak. “Keliatan dari muka lo kali, iyaelahh” Sambungnya sembari menyenggol pundak sahabatnya itu.
Dengan modal trkad, Zaza memberanikan diri untuk menghampiri laki – laki yang sedari tadi ia pandang dari kejauhan.
“Hallo, boleh kenalan ga?” Tanya Zaza pada laki – laki yang berada di depannya itu.
“Cara kenalan lo lucu deh, karena lo lucu jadi ayo kenalan” Ntah itu pujian atau ledekan, Zaza tidak memperdulikan itu dan hanya berdiam diri di depan laki – laki itu.
“Gue Mahesa Airlangga, terus cewe lucu ini namanya siapa?” Tanya kembali Mahesa.
Zaza menggeleng tak menyangka laki – laki yang ia kira cuek, ternyata se pelawak ini. “Gue Zaza asyelina, panggil gue Zaza aja”
“Kalo sayang, boleh nggak?” Tanya gombal Mahesa pada Zaza.
“Gausah begitu bisa nggak sih, keliatan banget buayanya”
“Percaya nggak percaya gue begini baru sama lo doang”
Mendengar ucapan laki – laki itu membuat Zaza memasang raut wajah yang begitu menggelikan. “Omongan buaya”
Mahera terkekeh gemas. “Karena lo udah berani ngajak gue kenalan, sekarang gentian gue buat ajak lo ngedate malam ini. Sayang nggak si udah diajak cewe cantik kenalan tapi nggak nge date?”
Jujur, Zaza sudah tidak mampu menahan salah tingkahnya itu.
“Weh lo kenapa? Muka lo merah begitu, salting lo ya” Ledek Mahesa sembari menggoda gadis itu.
“Dih apasih, PD banget lo” Elakan Zaza pada Mahesa.
“Muka lo ga asing banget deh, gue kaya pernah liat tapi dimana ya”
Mendengar perkataan Mahesa Zaza sontak terkejut, dan melebarkan matanya. Bagaimana Mahesa tidak tahu Zaza sedangkan mereka saja berada di satu sekolah yang sama. Jujur Zaza sangat kesal karena Mahesa sama sekali tidak mengenalinya di sekolah.
Hari kedua …
Dihari pertama, Zaza sudah berhasil berkenalan dengan Mahesa dan ini hari kedua, ia berharap hari kedua ini akan ada kemajuan untuk mendapatkan hati seorang Mahesa.
Pagi ini Zaza seperti biasa berangkat menuju sekolahnya bersama sahabtnya, Bianca.
“Gimana kemarin, berhasil nggak kenalannya?” Tanya Bianca dalam perjalanan menuju sekolahnya.
“Ya gitulah, udah kenalan kemarin, tapi gue nggak yangka kalo dia se humble itu, asik sih ngobrol sama dia tuh”
“Tuhkan rezeki itu, coba kalo kemarin lo tolak ajakan gue ke Alun – Alun, lo gabakal tuh ketemu sama pujaan hati lo itu, dan nggak akan Cuma jadi haluan lo buat ngobrol berdua”
“Iya – iya, makasih ya Bianca ku sayang, kamu selalu menjadi pahlawanku Bianca sayang”
“Geli gue dengernya, tapi gua doain di hari kedua ini semoga ada kemajuan deh”
“Makasih ya Bianca sayang” Ucap terimakasih yang kedua kali sembari memeluk Bianca dari belakang.
Sesampainya di sekolah, Zaza dan Bianca berjalan di sepanjang lorong sekolah menuju kelas. Namun di pertengahan jalan Zaza dan Bianca berpas – pasan dengan Mahesa dan teman – temannya.
Mahesa yang menyadari keberadaan Zaza yang sedang melewatinya, ia pun segera memanggil Gadis bertubuh mungil itu.
“Hei gemes, mau ikut Aa sebentar nggak?” Tanya Mahesa sembari berjalan menuju gadis mungil tersebut.
Zaza mengerutkan jidadnya yang penuh dengan tanya – tanya di fikirannya. “Ih geli banget, mau kemana dan mau ngapain gitu?”
“Udah ayo ikut Aa dulu, barudak antosan heula didinya” Ucap Mahesa kepada teman – temannya dan sembari menggandeng tangan Zaza pergi.
“Bianca, lo duluan aja ke kelasnya ya” Teriak Zaza pada Bianca.
Bianca hanya berkata semnagat dari kejauhan untuk sahabatnya yang semakin lama sekain hilang sosoknya ditelan anak – anak yang ada di sekolahnya.
Mahesa dan Zaza kini berada di tempat yang tidak ada orang di sekitarnya. Zaza kebingungan, mengapa tiba – tiba Mahesa membawanya ke halaman belakang sekolah dan tidak memberikan alasannya.
“Mau ngomong sampe gue diajak ke belakang?” Tanya heran, Mahesa hanya tersenyum tipis.
“Gue Cuma mau bilang, nanti pulangnya bareng gue ya?”
Zaza menghebuskan nafas kasar. “Yailah, Cuma mau ngomong itu doang? Gue udah panic duluan, gue kira mau ngomong apaan”
“Jawab dulu pertanyaan gue, mau ga lo pulang bareng gue?”
Zaza hanya mengangguk dan bergegas meningkan laki – laki itu sendirian. Ia memilih untuk segera pergi karena Zaza tidak pandai menyembunyikan salah tingkahnya itu.
Sesampainya di kelas Zaza yang belum sempat duduk pun langsung di wawancarai oleh sahabatnya.
“Gimana neng geulis, ngapain aja sama pujaan hati?” Tanya penasaran.
“Apaan si, ga ngapa – ngapain, dia Cuma ngajakin gue pulang bareng”
Bianca tersenyum jahat untuk meledek sahabatnya itu. “Terus, lo terima apa lo tolak, Za?”
“Ya gue gugup, jadi gue terima nanti lo pulang sendiri dulu ya”
Bianca tersenyum senang mendengar jawaban dari Zaza pun mengangguk mengerti
. “Aman sayangku, yang penting lo pulang bareng sama pujaan hati dulu”
Setelah bel yang anak – anak sukai berbunyi, mereka segera tergesa – gesa untuk keluar dari gedung sekolah menuju rumah. Begitupun dengan Bianca ia sudah siap untuk pulang, ia pulang sendiri dikarenakan Zaza akan pulang bersama dengan Mahesa.
“Good luck sayangku, ini tanda – tanda ada kemajuan” Ucap Bianca sembari berlari menyemangati Zaza dari kejauhan.
Setelah melihat Bianca pergi meninggalkannya, Laki – laki yang sedari tadi ia tunggu akhirnya muncul juga, Mahesa.
“Ayo, udah siap kan?”
Zaza hanya mengangguk dan mengikuti arah langkah laki – laki itu. Kini, ia merasa bahwasannya Mahesa lah yang seperti sdang mengejar – ngejar dirinya tapi, nyatanya dirinya lah yang berusaha untuk mendapatkan cinta Mahesa dalam tujuh hari.
Hari kedua ini Zaza merasa ada kemajuan untuk mengejar cinta Mahesa, ia berharap untuk besok ia bisa meluluhkan hati laki – laki itu. Zaza akan menandai hari empat tidurnya, sebagai hari paling special di hidupnya.
Hari Ketiga …
Di hari ketiga ini Zaza berniat untuk mengajak Mahesa pergi ke Alun – Alun Bandung, tempat dimana mereka pertama kali berbincang.
Dengan tangan yang gugup, Zaza berusaha memberanikan diri untuk mengirim pesan pertama kalinya kepada Mahesa
Setelah mengirim pesan itu pada Mahesa, Zaza langsung melemparkan ponselya di tempat tidurnya. Ia begitu gugup tapi, mengirim pesan ialah tindakan yang lebih baik disbanding jika berbicara langsung dengan Mahesa.
Zaza yang masih merasa gugup, sontak kaget mendengar nada dering dari ponselnya. Itu adalah notifikasi yang berasal dari Mahesa, Zaza semakin gugup melihatnya.
Tak kalah terkejut dengan notifikasinya, ia kembali dibuat kaget melihat jawaban Mahesa. Kini gugupnya menjadi senang riang.
Karena senangnya, Zaza segera menghubungi sahabatnya itu lewat telfon.
“Hallo, Bianca!!”
“Buset jangan neriak – teriak pecah gendang telinga gue nanti”
“Gue seneng banget, tadi gue beraniin diri buat nge chat Mahesa, ternyata responsnya emang se humble itu, makin suka deh gue”
“Semoga aja respons dia yang kaya gitu ga kesemua cewe ya, gue ikut seneng kalo lo seneng”
“Ayo bantuin gue milihin outfit buat ngedate bareng Mahesa”
“Jadi diri lo sendiri aja udah cukup buat Mahesa suka sama lo, Za”. “Lo pake baju yang simple dan elegan jangan terlalu mewah juga, terus make up lo make up natural aja jangan make up pas lagi bareng gue”
“Okey Biancaku sayang!! Makasih yaaa!!’
“Iya sama – sama, semangat ya Zazaku sayang!!”
Setelah berbincang cukup lama dengan Bianca, Zaza segera bersiap menyiapkan pakaian yang akan ia gunakan nanti malam. Ia begitu tidak sabar untuk nanti malam.
Jam delapan malam ….
Zaza sudah bersiap dengan menggunakan dress yang sangat cocok di tubuhnya, Mendengar ada suara tlakson di depan rumahnya, Zaza pun segera menuju ke sumber suara.
Melihat gadis yang baru saja keluar dari kediamannya, Mahesa dibuat tercengang dengan gadis itu.
“Woi jangan bengong nanti ada setan yang naksir sama lo” Ucap Zaza sembari melambai – lambai tangannya di depan wajah Mahesa.
“Cantik…” Ucapnya seraya melihat dari ujung kepala Zaza sampai ke ujung kakinya. “Lo cantik banget malam ini, Za.
Sepanjang kota Bandung mereka telusuri, malam ini adalah malam terindah bagi Zaza. Disisi lain Mahesa begitu bahagia bisa berkeliling kota Bandung bersama wanita paling cantik.
Hari Ke – Empat …
Setelah malam kemarin ia sudah mengelilingi kota Bandung bersama pujaan hatinya, hari ini Zaza sangat bersemnagat untuk berangkat sekolah.
Walau sudah tiga hari ada kemajuan namun, Zaza merasa respons laki – laki itu sama seperti awal mereka berbincang. Tetapi, hal itu tidak membuat hati Zaza untuk menyerah, karena masih ada satu hari lagi.
Hari ini Zaza berangkat sekolah bersama Mahesa, karena semalam Mahesa sudah janji untuk menjemputnya besok untuk berangkat bersama. Zaza berdoa agar usahanya selama lima hari ini akan menghasilkan hasil yang diharapkannya.
Mahesa sudah sampai sekitar sepuluh menit yang lalau dan menunggu gadis yang ia sedang tunggu untuk keluar dari kediamannya. Mahesa sengaja untuk tidak memanggilnya.
Zaza dibuat terkejut dengan keberadaan laki – laki yang ada di depan rumahnya.
“Duh, makin hari makin cantik aja si” Goda Mahesa pada Zaza.
“Udahlah gombalan lo kuno banget tau, ayo berangkat nanti telat”
“Sama Aa mah nggak akan telat neng geulis” Godanya lagi sembari memasang wajah tengilnya.
“Jelek lo begitu” Jawabnya sinis dan segera mengisi jok belakang yang kosong.
Di sekolah, mereka berdua sudah menjadi topik pembicaraan satu sekolah. Bagaimana tidak, Mahesa yang terkenal dengan sifat cueknya bisa se humble itu ketika sedang bersama Zaza, begitupun dengan Zaza gadis yang terkenal ketidak peduliannya terhadap laki – laki di sekolah tiba – tiba bisa mendapatkan seorang Mahesa.
“Zaza beruntung banget bisa deket sama Mahesa ya” Ucap salah satu gadis yang berada di koridor sekolah
“Gila Mahesa doa apa ya bisa dapetin Zaza, iri deh gue” Ucap salah satu laki – laki yang berada di koridor sekolah
Zaza sangat senang karena omongan – omongan dari anak – anak sekolahnya semua positif dan tidak ada yang menghujatnya.
Pikiran Zaza awal yaitu ia sangat takut jika gadis lain tidak suka ketika dirinya bersama dengan Mahesa. Tapi dugaannya ternyata salah besar, bahkan seluruh warga di sekolahnya semua mendukung dirinya supaya bisa mempunyai hubungan dengfan Mahesa.
“Kenapa bro? cewe gue cakep ya ampe mau keluar tu biji mata lo ngeliatin cewe gue” Ucap Mahesa pada salah satu laki – laki yang sedari tadi menatap dalam gadis yang ada di sampingnya itu.
Zaza yang tak percaya dengan omongan Mahesa segera menepuk punggung laki – laki itu. “Apaan si lo, random banget”
Mahesa meringis kesakitan. “Sakit sayang”
“Lo gitu sekali lagi abis sam gue ntar, geli banget”
Mahesa hanya terkekeh gemas, ia sangat suka jail dengan Zaza dan ia juga suka jika melihat Zaza sudah marah,
Sesampainya di kelas Zaza, Zaza sudah di serbu teman – teman sekelasnya dan langsung di introgasi.
“Weh sabar – sabar udah kaya buronan gue”
“Gimana cara dapetin anak se cuek Mahesa?’ Tanya salah satu temannya.
Zaza hanya menaikan kedua pundaknya seraya tidak tahu bagaimana ia bisa mendapatkan Mahesa.
Hari Ke – Lima (Hari Terakhir)…
Hari ini adalah hari terakhir Zaza untuk mendapatkan cinta dari seorang Mahesa. Ntah apa yang harus ia lakukan lagi untuk mendapatkan hatinya. Ia sudah hamper menyerah permasalahannya, Mahesa seperti menggantungnya dan sama sekali tidak memberikan ia kepastian.
Malam ini adalah malam minggu, Zaza sangat berharap Mahesa mengajaknya date dan menganjaknya untuk mempunyai hubungan yang pasti.
Setelah berharap, ternyata doanya langsung dikabulkan oleh tuhan. Panjang umur ketika sedang berharap, ada panggilan masuk dari laki – laki yang sangat ia nantikan.
Hallo, Zaza cantik
“Apaan si, bisa stop ngasi gue gombalan kuno lo nggak?”
Hahaha, gue mau ngajakin lo dinner malam ini, bisa kan? Sekalian gue juga mau ngomongin sesuatu
“Dih gue mah udah nungguin banget lo ngajak”
Si cantik Zaza udah nggak sabar ketemu sama aa ya?, yaudah nanti sekitar jam delapan gue jemput kerumah lo, see you cantikku
Zaza tidak kuat menahan salah tingkahnya, langsung terburu – buru mencari pakaian yang cocok ia pakai untuk nanti malam.
“Kira – kira Mahesa mau ngomongin apa ya, apa dia mau nembak gue?” Halunya “Gue harus latihan biar keliatan anggunly si”
Dimalam Hari Kemudian …
Mahesa sudah standby di depan rumah Zaza untuk menunggu gadis cantiknya itu. Tak lama menunggu gadis yang sedari tadi ia tunggu – tunggu pun akhirnya muncul. Mahesa lagi – lagi dibuat tercengang oleh penampilan Zaza malam ini.
“Calon pacar gue… Cantik” Ucapnya singkat namun berhasil membuat Zaza melayang.
“Ayo langsung berangkat aja, gue takut diledek bunda nanti”
“Ayo sayang” Godanya sembari membuka pintu mobil untuk Zaza.
“Terimakasih”
Sesampainya di tempat mereka dinner, Mahesa sudah menyiapkan semua menu yang Zaza sangat suka.
“Ayo dimakan, ini semua makanan kesukaan lo kan?”
“Iya lagi, kok bisa tau?” Tanyanya heran.
“Tau dong, masa tentang calon pacar sendiri gatau apa yang disuka, lo suka gue aja gue tau” Ucapnya yang berhasil membuat Zaza terkejut hingga tersedak makanan yang sedang ia makan.
“Hei pelan – pelan” Ucapnya panic dan segera memberikan Zaza segelas air putih.
Setelah menghabiskan cukup banyak waktu untuk makan malam, Mahesa sudah menyiapkan diri memberikan kejutan untuk Zaza.
“Zaza, karena gue udah tau lo suka sama gue, dan tanpa lo tau gue juga suka sama lo sebelum lo suka gue. Lo tau pas di Alun – Alun lo ngajakin gue kenalan? Disitu hati gue ngerasa seneng banget diajak kenalan duluan dan ngobrol bareng sama cewe yang udah gue sukain diem – diem karena takut lo ga nyaman sama gue”
Mendengar ucapannya bahwa Mahesa menyukainya kebih dahulu, itu membuat Zaza sangat amat terkejut.
“Gue juga tau lo dikasih waktu lima hari buat dapetin gue kan? Gue bakal bantuin lo buat nyelesain misi lo itu. Gue gamau terlalu banyak omong. So, lo mau kan jadi pacar gue?” Ucapnya seraya mengeluarkan buket bunga yang sudah ia beli tadi mengeluarkan kalung yang sudah lama ia persiapkan.
Zaza mengangguk senang yang mendakan bahwa ia menerima Mahesa untuk menjadi kekasihnya. “Iya gue mau sa”.
“Gue seneng banget bisa dapetin lo setelah penatian lama gue” Ucapnya seraya memakaikan kalung yang ia beli untuk Zaza di lehernya.
Kini, mereka berhasil mendapatkan pujaan hatinya, dan mereka menjadi pasangan kekasih paling lucu dan romantis.
“Teruslah berusaha hingga kamu mendapatkan apa yang kamu mau, usaha tidak akan menghianati hasil”
.jpg)
Komentar
Posting Komentar