AKA DAN ALASKA BINSTAR - SATRIANI BINTANG ISNAINI
ALASKA AKA
Waktu terus berjalan dan musim sudah berganti. Udara pagi hari ini terasa lebih dingin dari biasanya. Embun pagi menetes dari kelopak bunga yang tumbuh di depan halaman rumah. Hari ini adalah hari yang istimewa. Setidaknya bagi gadis itu. Ia berdiri dari ranjang nya dan melangkahkan kaki nya ke luar kamar. Sepertinya penghuni rumah masih tertidur lelap. Gadis itu pun berjalan menuju ruangan yang biasa ia gunakan untuk berlatih dan bermain musik. Cahaya matahari pagi mulai menembus celah-celah jendela dan menyorot tepat dimana hardcase berisi gitar itu berada, dan membuatnya berkilau. Selama beberapa detik Gadis itu hanya berdiri memandangi hardcase itu, yang sudah cukup lama tidak disentuhnya.
Gitar itu tampak kesepian. Sama seperti apa yang Gadis itu rasakan dari beberapa waktu lalu. Ia hanya bisa tersenyum tipis begitu menyadari bahwa tidak ada satu orang pun yang menang melawan takdir. Ia berjalan menuju meja yang biasa ia pakai untuk membuat dan menyalin sebuah lagu, dan mengambil sebuah buku album buatan nya yang sedikit berdebu. Dan ditarik nya sebuah kursi kayu dan ia duduk di sana. Dengan tangan yang sedikit gemetar Gadis itu memberanikan diri membuka lembaran pertama.
Dan betapa mengejutkan nya sebuah sengatan tajam menyerang dadanya begitu Ia melihat senyum lebar bahagia di foto itu. Dia adalah satu-satunya gadis kecil yang sangat ia cintai seumur hidupnya. Jari jemari nya hanya bisa mengusap pelan foto itu. Sengatan tajam itu mulai membuat dada nya terasa sesak, ia pun mencoba menarik napas dalam-dalam.
Ia memejamkan mata nya, dan berusaha menghadirkan bayangan yang indah. Perlahan sengatan itu pun mulai memudar dan mengubah nya menjadi senyum manis yang muncul di sudut bibir nya.
“Aku tidak akan menangis lagi, Ka”
Ucap Gadis itu dengan lirih dan dilanjuti dengan..
“Dirandra Alaska….”
________________
Dirandra Arka dan Dirandra Alaska adalah sesosok Kakak beradik yang setiap hari nya selalu mereka luangkan waktu Mereka untuk sebuah kegiatan yang mungkin dari kita juga ada yang suka dengan kegiatan tersebut,yakni mendengarkan musik dan memainkan alat musik. Mulai dari genre pop, jazz, blues,rock, dan lain lain.
Suatu hari Gadis itu menemukan sebuah film yang menurut ia cukup membuat nya tertarik. Ia pun bergegas mengambil smarphone nya yang tergeletak diatas nakas, dan langsung memutarkan film tersebut. Ia memperhatikan setiap adegan pada episode tersebut tanpa terkecoh pun, dan mencoba untuk memahami nya. Hingga pada suatu dialog yang ia baca dari layar smartphone nya, dapat membuat nya sampai sampai terkesima, dan tanpa ia sadari dialog itu mampu membuat nya menganga dan termotivasi. “ Gitar adalah jiwa manusia yang mengirimkan pesan melalui ke enam senar nya”.
Setelah ia selesai menonton film itu, pikiran gadis itu masing melayang layang diatas kepala nya. . Sampai dimana ia berpikir dan menemukan ide dari hasil lamunan nya. Ia pun berdiri dari ranjang nya dan berjalan menuju ruang kamar Alaska. Sesampai nya ia dikamar Alaska, Gadis itu pun berbicara dan mengeluarkan ide-ide nya yang sudah ia pikirkan, dan ia berpikir bahwa ide itu sangat cemerlang dan patut untuk di coba. Ide cemerlang yang Aka berikan kepada Alaska adalah Bahwa Ia ingin Alaska dan dirinya Menyalurkan sebuah pesan lewat bakat dan latihan yang sering mereka lakukan, mereka kembangkan dan mereka bangkitkan. Dengan cara mengikuti sebuah konser Besar yang akan diadakan pada beberapa minggu lagi, yang dimana dapat dimanfaatkan untuk mereka menyampaikan lagu lagu mereka dan isi pesan dari lagu mereka.
Tanpa membuang waktu lama, Alaska merasa itu adalah lontaran ide yang bagus. Maka, ia pun setuju dan langsung membuat jadwal Latihan mereka.
Hari ini Alaska dan Aka mulai Latihan Bersama di studio, Oh ya studio itu berada di rumah nya, Perihal nya ayah mereka memang sudah dari kecil menyukai musik dan tertarik untuk memainkan alat musik. Jadi, bakat dan skill mereka itu turun dari ayah mereka. Lanjut, hingga akhirnya Alaska dan Aka mulai berunding ingin membawakan lagu apa untuk mereka abadi kan dalam konser. Mereka pun saling berpikir dan mencoba berbagai macam chord gitar untuk mereka jadikan lagu. Namun, karena daritadi mereka belum menemukan nada yang cocok pada lagu mereka. Akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri Latihan nya.
“Alaska karena daritadi kita ga nemu juga nada yang cocok, kita akhiri dulu yuk latihan hari ini. Boleh kan???” Ucap Aka seraya ia selesai meletakkan gitar nya.
“ Boleh lah Ka, kan masih ada hari esok. Jadi, santai aja kita latihan nya….”
_____________________
Alaska adalah gadis kecil yang enerjik dan menyenangkan. Ia adalah tipe orang yang cepat tanggap dalam memainkan alat musik. Mungkin karena pendengaran nya yang cukup tajam. Aka pernah sekali mendengar Alaska memainkan sebuah potongan lagu pendek yang amat sangat indah dan mempesona. Jika di suruh mendengar nya lagi mungkin ia tidak akan menolak karena pesonanya.
Suatu hari, Aka memergoki gadis kecil itu ketika ia sedang memainkan lagu nya di dalam kamar. Ia menuju kamar Alaska dan langsung bersandar di depan pintu kamar Alaska. Namun, karena kecerobohannya Aka tidak memperhatikan kalau gadis kecil itu sedari tadi sudah tahu bahwa ia sedang mengupingi nya. Melihat hal itu Alaska pun menyuruh masuk Aka. Aka tampak sangat terkejut. Karena ternyata sang empu sudah mengetahui nya. Dengan sangat merasa bersalah karena ia tidak izin dulu untuk mendengarkan lagu itu. Aka pun sudah siap akan meminta maaf padanya. Namun, mulut Aka mendadak terkunci begitu melihat matanya yang berbinar terang, Ia pun bertepuk tangan dengan antusias. Ini mungkin agak memalukan, tapi gadis kecil itu belum pernah merasa sesenang ini selama hidupnya. Perihal nya lagu itu dipuji dan ingin dijadikan pelengkap dan penyempurna untuk lagu mereka dengan Aka.
“Hei, Alaska, gimana kalo kita lanjuti lagu buatan mu?”
“Lanjuti?”
Ia tampak sangat terkejut dengan pertanyaan yang keluar dari mulut Aka.
“Lagu itu belum selesai. Aku juga belum menamainya. Kamu mau bantuin aku memangnya?” Tanya Alaska.
“Pasti, Aku akan bantuin kamu dan kita juga akan menamai lagu itu”. Tegas Aka.
Aka tidak akan bisa menolak Kesempatan ini. Maka, hari ini juga mereka langsung berlatih dan menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan lagu itu. Setiap detiknya Mereka habiskan dengan menyenangkan, tertawa, berteriak dan menyanyi Bersama. Aka tidak akan melupakan wajah bahagianya Alaska, Ketika akhirnya melodi itu selesai.
“Jadi kamu sudah memikirkan judulnya?” tanya Alaska tertarik.
Aka mengangguk semangat dan ia tersenyum manis, “Moon”
“Moon?”
“The moon is beautiful, isn’t?”
Itu judul lagu Mereka yang akhirnya terselesaikan.
Bulan adalah Satelit yang selalu senantiasa memancarkan cantik dan keindahan untuk dipandang.
__________________________
Aka perlahan membuka lembaran demi lembaran album itu. Sekarang Ia hanya bisa mengenang semuanya. Semua waktu yang Mereka habiskan bersama. Semua kebahagiaan itu terasa sangat singkat. Tangan Aka terhenti di halaman terakhir album itu dan Ia tersenyum pada selembar kertas yang terlipat itu.
Aka mengambil kertas itu dan deretan partitur yang sangat familiar menyambut matanya. “The moon is beautiful, isn’t?”. Kertas itu mempu membuat dadanya kembali sesak tapi Aka berhasil mengendalikan dirinya. Aka sudah berjanji tidak akan menangis lagi dan ia pun kembali teringat perkataan Gadis kecil itu di hari ketika Mereka menyelesaikan lagu itu. “Kamu tahu, Aka? Aku sering merasakan kesepian. Namun, untuk mengabaikan rasa kesepian itu aku mencoba membuat lagu penyemangat untuk diriku sendiri. Terima kasih karena sudah membantuku menyelesaikannya. Lagu ini akan selalu mengingatkanku jika aku merasa sudah kehilangan kebahagiaan. Maka, aku hanya perlu bangun dan mencobanya lagi.
Oh ya, ngomong-ngomong ini berlaku juga buat kamu ya, hihihi. Kalau kamu kesepian kamu harus main kan lagu kita ini...”
Itu benar. Waktu itu Aka belum mengetahui maksud dari Alaska. Tapi sekarang Aka sudah mengerti dengan rasa kesepiannya. Ia akan selalu ingat tentang kejadian tragis itu, waktu Alaska ingin berangkat untuk menuju tempat konser, Ia berkata ingin mampir untuk membeli satu set senar gitar dulu di sebrang jalan raya sana. Ia turun dari mobil dan langsung berjalan sambil melaimbaikan tangan nya ke arah Aka dan dibalas Aka dengan senyuman. Namun, tiba- tiba “sesuatu” itu mendekat terus mendekat, seseorang yang sibuk memegangi senar gitar itu pun tak menoleh kanan-kiri saat ia sedang menyebrang jalan raya, Rem berdecit sia-sia. Semua orang bisa mendengar bunyi hantaman itu. Logam yang beradu dengan daging dan tulang, Hanya beberapa detik. Tidak ada yang bisa dilakukan. Orang- orang tersentak. Terkesima. Menatap dengan mata terbelalak dan mulut ternganga. Tubuh itu rebah tanpa sempat mengeluarkan sedikitpun suara. Darah mengalir. Senar gitar itu terlepas dan terlempar ke Aspal.
Aka turun dari mobil nya dan berlari kesetanan. Sesaat sebelum tubuh Alaska menghantam kerasnya aspal jalan, Ia menangkap tubuh itu dan memeluknya.
Namun, seerat pelukan dan tangisan itu, takkan bisa menghalangi kematian. Dan itu akan selalu menjadi penyesalan nya karena tidak bisa menjaga Alaska dengan baik.
Aka menutup album itu dan bangkit berdiri. Ia mengambil gitar nya dan mulai memainkan lagu itu. Hanya dengan cara ini Ia bisa merasa dekat dengannya, meskipun Ia tahu bahwa Gadis kecil itu tidak akan pernah kembali.
“Aka..”
Suara panggilan seseorang dari balik pintu itu sukses membuat Aka berhenti memainkan gitar nya.
Seseorang itu adalah mommy nya. Ia pun langsung berjalan untuk membukakan pintu.
"Iya? Ada apa mommy? Tanya Aka sambil menatap mommy nya yang sudah rapih memakai pakaian hitam hitam.
"Ayo, Aka. Kamu sudah siap?".
"Sudah mommy, Aka sudah siap”.
"Kalau begitu,ayo kita berangkat. Ayah sudah menunggu kita di dalam mobil”.
Waktu terus berjalan Aka dan kedua orang tua nya sudah sampai di tempat tujuan. Angin dingin berhembus cukup kencang dan membuat dedaunan berguguran itu terbang. Aka berlutut dan meletakkan karangan bunga mawar merah kesukaan Alaska diatas makamnnya. Selama beberapa detik Aka hanya menatap batu nisan itu tanpa berkedip. Mungkin saat ini gadis kecil itu sedang melihat Mereka di suatu tempat yang tidak bisa mereka lihat. Aka tertegun ketika tiba-tiba mommy nya memeluk nya dari belakang.
"Aka,kita harus ikhlas. Agar Alaska tenang dan bahagia disana….". Ucap mommy nya dengan lirih.
Aka hanya terkekeh pelan dan berbalik menghadap mommy nya. Setelah itu, ia mengajak kedua orang tua nya untuk pulang. "Ayo mommy, Ayah. kita pulang".
Mommy nya hanya bisa mengangguk dan tersenyum. Aka berdiri dan kembali menatap batu nisan itu. Untuk pertama kalinya Aka bisa tersenyum di depan makam Alaska. Ada banyak yang ingin ia sampaikan dan ingin ia ceritakan pada Alaska. Tapi, Kali ini Aka hanya akan mengatakan satu kalimat untuk pamit kepada Alaska.
"Terimakasih atas seluruh cinta dan kasih sayang. Selamat ulang tahun, Dirandra Alaska. Gadis kecil yang selalu membuatku bahagia..".
Satriani Bintang Isnaini
.jpg)
Komentar
Posting Komentar